PENGARUH DARWIN DAN TUMBUHNYA TEST MENTAL
- Pengamatan bahwa bumi dan organisme hidup berubah dalam beberapa cara yang sistematis menyebabkan beberapa orang Yunani awal mengembangkan teori evolusi yang belum sempurna.
- Tetapi teori evolusi tidak berkembang lebih lengkap karena Plato dan Aristoteles tidak percaya pada evolusi.
- Pada abad ke-18, beberapa individu terkemuka mendalilkan teori evolusi, termasuk kakek Charles Darwin, Erasmus.
JEAN LAMARK
- Dalam bukunya Philosophie Zoologique (1809/1914), Jean Lamarck (1744-1829) mencatat : fosil berbagai spesies menunjukkan bahwa bentuk-bentuk awal berbeda dari bentuk saat ini.
- Lamarck menyimpulkan bahwa perubahan lingkungan bertanggung jawab atas perubahan struktural pada tumbuhan dan hewan.
- Teori Jean Lamark disebut pewarisan karakteristik yang diperoleh.
HERBET SPENCER
- Herbert Spencer (1820–1903) lahir di kota industri Derby, Inggris.
- Ia tidak pernah mengenyam pendidikan formal.
- Pada tahun 1848 ia mendapatkan pekerjaan di London sebagai jurnalis.
- Spencer mengambil konsep evolusi dan menerapkannya tidak hanya pada hewan tetapi juga untuk pikiran manusia dan masyarakat.
- Spencer menerapkan gagasan evolusi untuk segala yang ada di alam semesta.
- Semuanya, menurut Spencer, dimulai sebagai satu kesatuan yang tidak terdiferensiasi.
- Melalui evolusi, terjadi diferensiasi sehingga sistem menjadi semakin kompleks.
- Fakta bahwa kita sekarang memiliki sistem saraf yang kompleks memungkinkan kita untuk membuat lebih banyak asosiasi : semakin besar jumlah asosiasi yang dapat dibuat oleh suatu organisme, semakin cerdas organisme tersebut.
- Sistem saraf kompleks memungkinkan kita untuk membuat rekaman neurofisiologis dari peristiwa di lingkungan kita, dan kemampuan ini kondusif untuk bertahan hidup.
- Peristiwa lingkungan yang terjadi baik secara bersamaan atau berurutan direkam di otak dan memunculkan ide-ide tentang peristiwa itu.
- Teori Spencer merupakan perpaduan antara empirisme, asosiasionisme, dan nativisme.
- Dia menyatakan bahwa asosiasi yang sering digunakan diturunkan kepada keturunannya sebagai naluri atau refleks.
- Untuk Spencer, insting tidak lebih dari bagian-bagian kecil yang kondusif bagi kelangsungan hidup generasi-generasi sebelumnya.
- Ada perbedaan mendasar antara Spencer dan Darwin dalam cara mereka memandang evolusi : Bagi Spencer, evolusi berarti kemajuan. Sedangkan, bagi Darwin, evolusi tidak terwujud.
- Spencer mengatakan bahwa evolusioner merupakan prinsip-prinsip yang berlaku untuk masyarakat serta individu.
- Ide-ide Spencer cocok dengan Kapitalisme dan individualisme AS.
CHARLES DARWIN
- Charles Darwin (1809–1882) lahir 12 Februari di Shrewsbury, Inggris.
- Pada usia 16 tahun, Darwin memasuki sekolah kedokteran di Universitas Edinburg.
- Darwin dipindahkan ke Cambridge Universitas untuk dilatih menjadi pendeta Anglikan.
- Darwin menyukai entomologi, yang akan membawanya berhubungan dengan profesor botani dan geologi di Cambridge.
PERJALANAN ANJING PELACAK
- Darwin mengikuti ekspedisi kapal Beagle, yang dikirim oleh pemerintah Ingris untuk ekspedisi ilmiah selama lima tahun (1831–1836).
- Perjalanan Beagle dimulai pada 27 Desember 1831, dari Plymouth, Inggris.
- Beagle pergi duluan ke Selatan Amerika, tempat Darwin mempelajari organisme laut, fosil, dan suku Indian.
- Kemudian, pada musim gugur 1835, Beagle berhenti di Kepulauan Galapagos, tempat Darwin mempelajari kura-kura besar, kadal, laut singa, dan 13 spesies burung kutilang.
- Hasil pengamatan Darwin : bahwa kura-kura, tanaman, serangga, dan organisme lain agak berbeda dari pulau ke pulau, bahkan ketika pulau-pulau itu dipisahkan oleh jarak yang relatif pendek.
- Beagle melanjutkan ke Tahiti, Selandia Baru, dan Australia.
- Oktober 1836, Darwin tiba kembali di Inggris.
KEMBALI KE INGGRIS
- Pada Januari 1839 Darwin menikahi sepupunya Emma Wedgwood, dan mendapat 10 anak.
- Darwin menunda publikasi karyanya mengenai teori evolusi selama lebih dari 20 tahun.
- Pada bulan Juni 1858 Darwin menerima surat dari Alfred Russell Wallace (1823–1913) : menjelaskan teori evolusi yang hampir identik dengan teorinya sendiri.
TEORI EVOLUSI DARWIN
- Contoh, makanan yang ada di lingkungan sekitar jerapah berupa pohon-pohon tinggi, maka hanya jerapah dengan leher cukup panjang yang bisa mencapai daun di pohon tinggi.
- Seleksi alam terjadi di antara keturunan suatu spesies.
- Seleksi alam berkarakteristik adaptif dari perbedaan individu.
- Hasil dari seleksi alam bervariasi.
- Darwin mendefinisikan kebugaran sebagai kemampuan organisme untuk bertahan hidup dan berkembang biak.
- Fitur adaptif : fitur yang kondusif untuk bertahan hidup di lingkungan tertentu.
- Seperti yang dilihat Darwin, proses evolusi terjadi selama jutaan tahun.
- Darwin menyatakan bahwa manusia adalah produk dari evolusi.
- Baik manusia maupun kera besar, katanya, diturunkan dari primata biasa.
- Dari buku-buku Darwin, yang paling langsung berhubungan dengan psikologi adalah The Expression of the Emotions in Man and Animals (1872/1998b), di mana ia berpendapat bahwa emosi manusia adalah sisa-sisa dari hewan.
- Di masa lalu, hanya organisme yang mampu menggigit dan mencakar yang bisa bertahan hidup.
- Psikologi komparatif muncul karena adanya perbandingan dari Darwin tentang manusia dengan hewan dalam ekpresi emosi.
- Darwin juga mempengaruhi psikologi selanjutnya, dia mencatat berbagai refleks dan kemampuan motorik pertama kali muncul, serta berbagai kemampuan belajar dari anak pertamanya.
PENGARUH DARWIN
- Teori Darwin adalah revolusioner.
- Darwin mengubah pandangan tradisional tentang sifat manusia : merubah sejarah filsafat dan psikologi.
- Topik populer di psikologi kontemporer dengan jelas mengungkapkan Pengaruh Darwin : psikologi perkembangan, psikologi hewan, psikologi komparatif, psikobiologi, pembelajaran, tes dan pengukuran, emosi, genetika perilaku, psikologi abnormal, dan berbagai topik lainnya di bawah judul Psikologi Terapan.
- Darwin merangsang minat dalam studi tentang perbedaan individu dan menunjukkan bahwa mempelajari perilaku sama pentingnya dengan mempelajari pikiran.
- Teori evolusi Darwin's memainkan peran penting dalam pengembangan aliran fungsionalisme dan behaviorisme.
SIR FRANCIS GALTON
- Erasmus Darwin, adalah kakeknya dari Charles Darwin dan Francis Galton (1822–1911).
- Galton, lahir dekat Birmingham, Inggris, pada 16 Februari.
- Galton bergabung dengan Royal Geographical Society dalam sebuah perjalanan ke barat daya Afrika.
- Pada tahun 1853 Galton menerbitkan buku pertamanya, Narasi Seorang Penjelajah di Tropis Afrika Selatan.
- Pada tahun 1855 dia menerbitkan buku keduanya, The Art of Travel, yang termasuk informasi tentang cara menangani binatang liar.
UPAYA-UPAYA GALTON
- Dalam usahanya untuk mengukur dan memprediksi cuaca, dia menemukan peta cuaca dan menjadi orang pertama yang menggunakan istilah tertinggi, terendah, dan front.
- Dia adalah orang pertama yang menyarankan sidik jari dapat digunakan untuk identifikasi pribadi.
- Dia mencoba untuk menentukan efektivitas doa.
- Dia mencoba menentukan negara mana yang memiliki wanita paling cantik.
- Dia mengukur tingkat kebosanan pada kuliah ilmiah.
PENGUKURAN KECERDASAN
- Galton berasumsi bahwa kecerdasan adalah masalah ketajaman indera.
- Semakin kuat indra, semakin cerdas seseorang.
- Pada tahun 1865 Galton mengusulkan agar pasangan menikah dengan seseorang yang memiliki karakteristik sesuai yang diinginkan.
- Galton melakukan penggunaan kuesioner pertama dalam psikologi.
- Galton mendukung posisi nativistik dengan mempelajari saudara kembar.
- Dia menemukan kembar monozigot (bertelur satu) menjadi sangat mirip satu sama lain bahkan ketika mereka dibesarkan terpisah, dan dia menemukan kembar dizigotik (bertelur dua) berbeda bahkan ketika mereka dibesarkan bersama-sama.
TEST ASOSIASI KATA
- Galton merancang tes asosiasi kata pertama psikologi.
- Dia menulis 75 kata, masing masing pada selembar kertas terpisah.
- Ada tiga hal yang mengejutkan Galton tentang penelitian ini : tanggapan terhadap kata-kata cenderung konstan, tanggapannya sering diambil dari pengalaman masa kecilnya, dan dia merasa bahwa prosedur seperti itu mengungkapkan aspek pikiran yang tidak pernah terungkap sebelumnya.
CITRA MENTAL
- Galton yang pertama mempelajari citra.
- Dia menemukan bahwa kemampuan untuk membayangkan pada dasarnya terdistribusi secara normal.
- beberapa individu hampir sama sekali tidak mampu membuat citra.
- Galton berasumsi bahwa semua orang memiliki kemampuan citra yang sama.
ANTROPOMETRI
- Keinginan Galton untuk mengukur perbedaan individu di antara manusia menciptakan laboratorium antropometrik di London's pada tahun 1884.
- Galton percaya ketajaman sensorik berhubungan dengan kecerdasan.
- Laboratorium antropometrik sebagai upaya untuk mengukur kecerdasan.
- Dia berasumsi bahwa orang yang paling cerdas harus memiliki otak besar yang berarti memiliki tengkorak terbesar.
- Pada tahun 1888 Galton mendirikan laboratorium serupa di Selatan Museum Kensington.
- Tujuan laboratorium : untuk mendapatkan waktu yang tepat terhadap peringatan kesalahan yang dapat diperbaiki, untuk menyimpan daftar metodologis dari pengukuran utama setiap orang, untuk memberikan informasi tentang metode, praktek, dan penggunaan pengukuran pada manusia, dan untuk eksperimen dan penelitian antropometri, juga untuk memperoleh data diskusi statistik.
KONSEP KORELASI
- Salah satu konstribusi Galton tentang penggunaan metode statistik.
- Pada tahun 1888 Galton menerbitkan sebuah artikel berjudul “Co-Relations and Their Measurement, Chiefly from Anthropometric Data”.
- Pada tahun 1889 menerbitkan buku berjudul Natural Inheritance.
- Kedua karya tersebut menggambarkan konsep korelasi dan regresi.
- Dua organ variabel dikatakan berkorelasi ketika : variasi pada salah satu disertai rata-rata lebih atau kurang dari variasi yang lain.
- Regresi ditemukan setiap kali mengkorelasikan karakteristik yang diwariskan.
- Selain memperkenalkan konsep korelasi, Galton juga memperkenalkan median sebagai ukuran tendensi sentral.
KONSTRIBUSI GALTON TERHADAP PSIKOLOGI
- Pengalaman pertama Galton tentang pernyataan nature-nurture, penggunaan kuesioner, penggunaan tes asosiasi kata, studi kembar, studi citra, pengujian kecerdasan, dan pengembangan teknik korelasional.
PENGUJIAN KECERDASAN SETELAH GALTON
JAMES MCKEEN CATTELL
- Mckeen Cattell, berasal dari Pennsylvania.
- Cattell mulai tertarik terhadap laboratorium antropometri yang dibuat oleh Galton.
- Cattell kemudian mulai bekerjasama dengan Galton di Cambridge University.
- Galton mengkonfirmasi opini Cattell bahwa perbedaan individu itu penting dan bisa diukur secara objektif.
- Dibawah pengaruh Galton, Cattell percaya bahwa intelegensi berhubungan dengan ketajaman sensorik suatu individu dan itu bersifat diwariskan.
- Pada tahun 1888, Cattell Kembali ke Amerika Serikat.
- Cattell menerbitkan artikel, di dalam artikel tersebutlah istilah “tes mental” yang pertama kali dipakai.
- Di dalam artikel tersebut terdapat 10 macam tes yang dapat dilakukan secara umum dan 50 macam tes yang dikhususkan kepada mahasiswa yang memasuki perguruan tinggi.
- Apabila seseorang memiliki performa yang bagus pada tes tersebut, maka kemungkinan memiliki tingkat kesuksesan akademik yang tinggi pula di perguruan tinggi.
ALFRED BINET
- Alfred Binet menciptakan tes dengan metode yang dinilai lebih mengarah kepada rasionalis dari pada empiris.
- Tes ini mengukur secara langsung cara kerja mental yang kompleks yang berhubungan tentang intelejensi.
PSIKOLOGI INDIVIDU
- Pada tahun 1896 Binet dan asistennya Victor Henri menulis sebuah artikel yang berjudul Individual Psychology : menyatakan beberapa hal tentang perbedaan individu khususnya kecerdasan.
- Binet dan Henri mengatakan bahwa mempelajari kognitif secara langsung dan tidak melalui ketajaman indera.
MENILAI KEKURANGAN INTELEKTUAL
- Pada tahun 1904 Binet dan Simon membuat tes yang dapat membedakan anak yang berintelektual normal dan anak yang berintelektual subnormal : mengelompokkan anak-anak ke dalam grup yang sudah di diagnosa sebagai anak yang normal dan anak yang subnormal dan melakukan tes kepada kedua grup dengan tes yang berbeda-beda.
- Binet dan Simon sampai pada tes kecerdasan pertama yang mengukur kecerdasan secara langsung dan tidak melalui ketajaman indera.
SKALA INTELEJENSI BINET-SIMON DAN REVISINYA
- Skala intelejensi Binet-Simon : skala yang sah untuk mengukur perbedaan antara anak normal dengan anak yang memiliki kekurangan mental.
- Skala yang dibuat pada tahun 1905 terdiri atas 30 tes dengan tingkat kesulitan yang dimulai dari gerakan mata sederhana sampai definisi abstrak.
- Dari 30 tes, 3 tes dibuat untuk mengukur perkembangan motorik dan 27 lainnya dibuat untuk mengukur kemampuan kognitif.
- Pada tahun 1908, Binet-Simon merevisi skala nya menjadi 58 tes.
- Tujuan mereka juga untuk mengelompokkan tingkat intelejensi pada anak normal menurut usianya.
- Berkat pengukuran ini juga pada tahun 1911, seorang psikologis asal jerman yang bernama William Stern memperkenalkan istilah usia mental.
- Stern menyarankan bahwa usia mental dibagi dengan usia kronologisnya untuk menghasilkan Intelligence Quotient (IQ).
CYRIL BURT
- Burt adalah kolega Spearman di Universitas London.
- Burt menerima konsep Spearman : percaya bahwa pendidikan harus bertingkat menurut kecerdasan asli siswa.
- Siswa dengan kemampuan intelektual asli yang tinggi harus diberikan kesempatan pendidikan yang lebih menantang daripada siswa dengan kemampuan intelektual yang rendah.
- Ia pun melakukan penelitian terhadap kembar identik (monozigot) yang dibesarkan bersama dan dibesarkan terpisah.
- Hasilnya ternyata memperkuat gagasan Burt bahwa kecerdasan sebagian besar merupakan bawaan dan perubahan lingkungan tidak akan mempengaruhinya secara signifikan.
CHARLES SPEARMAN
- Charles Spearman (1863–1945) belajar dengan Wundt dan Külpe di Jerman.
- Selama istirahat dalam studinya dengan Wundt, Spearmen kembali ke Inggris untuk bertugas di ketentaraan selama Perang Boer (1900–1902), Spearman mulai membaca karya Galton.
- Dia melakukan sejumlah eksperimen pada anak-anak sekolah di desa, dan hasilnya cenderung menegaskan keyakinan Galton tentang hubungan antara ketajaman sensorik dan kecerdasan.
- Pada tahun 1904, ia menerbitkan hasilnya dalam sebuah artikel berjudul "Intelijensi Umum" yang telah ditentukan dan diukur secara Objektif.
ANALISIS FAKOTR
- Analisis faktor : teknik statistik yang kompleks berdasarkan korelasi.
- Teknik ini dimulai dengan mengukur individu atau sekelompok individu dalam berbagai cara.
- Spearman menemukan bahwa kecerdasan dapat dibagi menjadi dua faktor dua faktor : faktor spesifik dan faktor umum.
SKALA BINET-SIMON DI AMERIKA
HENRY HERBERT GODDARD
- Henry Herbert Goddard (1866–1957) memperoleh gelar sarjana dan magister dari Haverford College.
- Goddard mendaftar di program doktoral psikologi di Clark University.
STUDI KELUARGA 'KALLIKAK'- Pada tahun 1911, ia melakukan tes skala Binet–Simon kepada Deborah
Kallikak, yang telah tinggal di Sekolah Vineland sejak 1897.
- Meskipun usia
kronologis Deborah adalah 22, kinerja tesnya seperti usia mental 9 tahun,
menghasilkan IQ sekitar 41 yang diistilahkannya bodoh.
- Dia kemudian
menelusuri leluhur Deborah. Martin Kallikak, memiliki hubungan dengan
seorang pelayan bar yang "berpikiran lemah" menghasilkan 10 orang anak
dengan tingkat intelijensi yang rendah seperti Deborah.
- Kemudian, ia
menikahi seorang gadis yang layak, dan dikaruniai 7 orang anak yang
mewakili sisi baik mereka.
- Pada tahun 1911, ia melakukan tes skala Binet–Simon kepada Deborah Kallikak, yang telah tinggal di Sekolah Vineland sejak 1897.
- Meskipun usia kronologis Deborah adalah 22, kinerja tesnya seperti usia mental 9 tahun, menghasilkan IQ sekitar 41 yang diistilahkannya bodoh.
- Dia kemudian menelusuri leluhur Deborah. Martin Kallikak, memiliki hubungan dengan seorang pelayan bar yang "berpikiran lemah" menghasilkan 10 orang anak dengan tingkat intelijensi yang rendah seperti Deborah.
- Kemudian, ia menikahi seorang gadis yang layak, dan dikaruniai 7 orang anak yang mewakili sisi baik mereka.
LEWIS MADISON TERMAN
PEWARISAN KECERDASAN MENURUT TERMAN
- Terman percaya bahwa kecerdasan sebagian besar diwariskan.
- Terman mendefinisikan kejeniusan berada pada skor 135.
LETA STETTER HOLLINGWORTH
- Hollingworth lahir pada 25 Mei 1886.
- Hollingworth adalah salah satu pelopor awal psikologi di Amerika Serikat.
- Hollingworth sangat peduli dengan perkembangan pendidikan dan kesejahteraan siswa.
- Hollingworth melanjutkan pendidikannya dan menjadi murid Thorndike.
- Hollingworth sangat tertarik dengan permasalahan yang menyangkut perempuan.
- Permasalahan mengenai gagasan bahwa wanita yang mengalami menstruasi dianggap kurang kompeten dan terkena gangguan psikologis.
- Hollingworth kemudian meneliti gagasan ini dengan judul disertasinya “Functional Periodicity” dibawah bimbingan Edward Thorndike.
- Hasil dari penelitian ini : tidak ditemukannya bukti kebenaran atas gagasan dan gangguan tersebut.
- Hollingworth menentang salah satu gagasan kecerdasan : bahwa sebagian besar kecerdasan diwariskan dan wanita memiliki kecerdasan intelektual lebih rendah dari laki-laki.
- Saat Hollingworth bekerja di Clearing-House, Hollingworth menemukan banyak mitos mengenai orang cacat.
PENGUJIAN INTELIJEN DI KETENTARAAN
ROBERT M. YERKES
- Yerkes lahir pada 26 Mei 1876.
- Salah satu pekerjaan Yerkes : sebagai direktur penelitian di Boston Psychopathic Hospital.
- Salah satu kontribusinya dalam pengujian kecerdasan : memberi semua individu item tes Binet-Simon dan memberi poin, namun bukan IQ.
- Ketika Amerika Serikat memasuki Perang Dunia I pada 1917, Yerkes adalah presiden APA (American Psychological Association).
- Menurutnya Psikologi dapat berkontribusi dengan cara memilih dan mengevaluasi calon anggota Angkatan Bersenjata.
- Tujuan program : untuk mengidentifikasi mereka yang mengalami defisiensi mental, mengklasifikasikan tingkat kecerdasan, dan memilih individu untuk dimasukkan pada pelatihan khusus.
- Ada 2 bentuk tes : The Army Alpha dan The Army beta.
KEMUNDURAN INTELIJEN NASIONAL
- Setengah dari tentara kulit putih yang diuji kecerdasannya : menunjukkan bahwa kecerdasan aslinya setara dengan anak berusia 13 tahun. Tentara kulit hitam lebih buruk lagi.
- Yerkes meyakini kemerosotan kecerdasan bangsa disebabkan oleh imigrasi dan individu dengan kecerdasan rendah bereproduksi lebih cepat.
- Yerkes juga percaya penyakit yang disebabkan oleh orang-orang dengan kecerdasan rendah.
6 POINT MENGENAI KECERDASAN :
- Faktor umum : kemampuan kognitif yang membedakan manusia.
- Test standar dari bakat akademik atau prestasi mengukur faktor umum, sedangkan tes IQ mengukur lebih akurat.
- Orang dengan IQ tinggi memiliki kecerdasan diatas rata-rata.
- Orang dengan IQ stabil tidak terlalu sempurna.
- Tes IQ yang dilakukan dengan benar tidak akan menunjukkan kelompok sosial, ekonomi, etnis, dan ras seseorang.
- Kemampuan kognitif dapat diturunkan secara genetik. Namun, tidak kurang dari 40% dan tidak lebih dari 80%








Komentar
Posting Komentar